KORAN FESBUK's Fan Box

14 September 2008

Silent pleaseee..., cooling down!!


Buuuumm..!! Ada bom meledak di Bandung minggu lalu.

Kota kita yang sejuk, membara oleh bom berita media tentang pengumuman nilai kontrak pemain yang diajukan Persib ke DPRD.

Tentu tidaklah penting dari mana berita tentang angka itu datang, namun, kita bisa menebak-nebak dari mana asalnya. Kita juga khusnuzon saja, itu prakarsa yang baik, tidak ada kepentingan politik. Sebab ini olah raga. Sportivitas adalah yang utama.

Yang jadi pertanyaan, tepat momen kah pengumuman itu dilakukan? Sebagian orang menyatakan tepat karena memang sudah tiba waktunya, sekarang era profesional, juga karena telah dilakukan pembahasan di Dewan. Sebagian lagi mengatakan tidak.

Saya? Saya termasuk yang tidak setuju dibuka dengan cara seperti itu.

Cara? Kang Indra, sekarang zaman keterbukaan, tidak boleh ada yang ditutup-tutupi..”

Lah, yang bilang harus ditutupi siapa?

Sebagai bagian dari masyarakat, tentu saya setuju angka itu dibuka, ini memang sqalah satu upaya soal bagaimana meningkatkan prestasi dan profesionalisme. Namun, sekali lagi, benarkah caranya harus seperti itu?

Keterbukaan harus diimbangi dengan tata cara dan mekanisme yang teratur. Sebab jika tidak, seperti yang kita lihat pada bangsa ini, ketertutupan yang sontak dibuka dengan serta merta menimbulkan kegamangan yang dahsyat. Tatanan hancur dan sama sekali tidak ada yang diuntungkan.

Adalah sangat ideal jika pengurus Persib dan manajemen diberi kesempatan awal menjelaskannya pada para pemain terlebih dahulu, sehingga kekeluargaan dan spirit team dapat dijaga. Ini soal beberapa individu yang harus padu menjadi sebelas orang lebih dan saling bela menjaga nama Bandung.

Setelah itu, baru disampaikan kepada masyarakat luas. Bade ngangge media, mangga. Nyebar selebaran pake kapal udara silakan. Kalau perlu, tambah billboard 20 x 30 meter sekalian. Agar masyarakat tahu; serta tulis besar-besar: Jika kita bersungguh-sungguh menggeluti sebuah bidang, termasuk olah raga, maka akan ada harga yang pantas untuk itu. Jangan mau kaya dengan cara instant! Jadi mudah-mudahan akan menginspirasi generasi muda untuk berprilaku sehat agar bisa menjadi pemain bola hebat.

Bercermin dari itu, harapan saya, siapa pun pihak yang memiliki posisi vital pada masyarakat harus menjaga irama ini agar tidak berantakan.

Nah, karena itu, agar peristiwa itu tidak semakin destruktif, seperti kata Tukul Arawana: Silent pleaseeee..., cooling down.! (Kadang dia memelesetkannya dengan : silent pleaseee... rolling door ..) Kembali ke... lap top: Sebab persiapan Persib memang harus maksimal. Ada ribuan bobotoh yang tengah berharap banyak kepada Persib. Redaksi menerima sms dan telefon bertubi-tubi yang berisi dukungan terhadap Persib, agar mereka tetap bernyali maung. Mereka mencintai Persib! Lebih dari kepada siapa pun serta partai mana pun. Dan, percayalah, itu akan membuat Bandung sejuk, terus mencipta kreasi anyar, dan bikin semua orang yang ada di sini betah, karena dihuni masyarakat yang bermartabat.

Tidak ada komentar: