KORAN FESBUK's Fan Box

14 September 2008

Ini dia, Provinsi Surplus Stadion!!


Membaca koran Pikiran Rakyat minggu lalu, saya memperoleh sesuatu yang bikin tersenyum dan rada keuheul. Kesimpulan beritanya adalah, pernyataan akan direnovasinya Stadion Siliwangi agar kapasitas penontonnya bisa ditingkatkan,. lalu statement Walikota Bandung Pak Dada Rosada yang akan menyegerakan membuat stadion di Gedebage, dan terakhir, ternyata Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga berencana akan membuat stadion di Padalarang.

Yang membuat saya tersenyum adalah, ya.. , itu.. , soal tiga stadion itu. Di tengah-tengah ripuhna pengen nonton Persib di Siliwangi -yang pasti kalau go show hanya akan mendapat tiket di calo dengan harga dua kali lipat, eh ini mah nggak tanggung-tanggung, para pejabat semuanya pada sibuk mau bikin stadion besar sendiri-sendiri, sampai kalau jadi dan dijumlah, diseputar Bandung Raya akan ada empat stadion sekaligus : Siliwangi, Gedebage, Padalarang, dan Si Jalak Harupat di Soreang.

Sumpah, saya kehabisan ide untuk menjelaskan kepada isteri saya –Ika, yang bertanya, kenapa mereka nggak duduk sama-sama satu meja, lalu merundingkan agar sesegera mungkin ke tiga pihak yang sangat kompeten itu membuat stadion besar baru satu saja dengan biaya bersama. Kalau hal itu dilakukan, rasanya sang stadion impian itu akan cepat terealisasi dan biaya pun jadi ringan karena ditanggung beberapa pihak.

Kenapa mereka tidak melakukannya? Awas! Jangan berpikir yang tidak-tidak, bahwa dengan begitu pejabat bisa korupsi dari pembangunan stadion! Tapi berpikir lurus saja: Ini akibat masalah laten: Kurang koordinasi, atau masing-masing memang tidak pernah saling ngobrol soal stadion, yang selalu diangkat koran, tv lokal, radio, dan tabloid ini di setiap ada kesempatan.

Menurut saya, barangkali akan ideal, jika kesulitan Pemkot Bandung dalam upayanya untuk membangun stadion bagi kandang Persib lebih didahulukan, dengan dukungan dan kerjasama berbagai pihak. Sebab jika hal ini tidak segera dilaksanakan, maka jumlah penonton dan kapasitas Stadion Siliwangi yang sudah sangat tidak memadai itu akan dapat menuai cerita yang mengerikan: Kemungkinan terjadinya kecelakaan akibat penonton yang berdesakkan bisa terjadi. Ingat Tragedi Heysel!! Ingat juga peristiwa tawuran di Itali akibat keamanan stadion yang kurang memadai. Iiihh! Jadi ngeri kalau melngingat hal itu. Amit amit, jangan sampai terjadi di sini.

Jika koordinasi dilakukan, juga tentunya Stadion untuk Persib tidak akan terjadi seperti cerita Si Jalak Harupat yang bangunannya gagah perkasa itu, tapi jalan akses masuk dan keluarnya sungguh sangat memprihatinkan.

Punten pisan saya menulis ini, da sumpah, saya bingung ngabandunganana. Asa rudet mikiran stadionn yang gak jadi-jadi karena memang biayanya super gede itu. Barangkali ada pejabat yang bisa menjelaskan? Atau kita ganti saja nama provinsi Jawa Barat yang asalnya kekurangan stadion ini jadi Provinsi Surplus Stadion?

Tidak ada komentar: