KORAN FESBUK's Fan Box

14 September 2008

Ada PERSIB di Banda Aceh

Wednesday, April 18, 2007

Dari Rabu sampai dengan Minggu 23 Desember kemarin, atas undangan UNESCO saya berada di Banda Aceh. Ini perjalanan yang tidak bisa saya tinggalkan, walau di Bandung, Tabloid Bobotoh kita sedang sangat heboh menyiapkan berbagai program. Seingat saya, ini perjalanan yang ke sekian kali setelah bencana dahsyat Tsunami yang meluluh lantakkan pantai barat Nanggroe Aceh Darussalam persis dua tahun yang lalu.

Kunjungan kali ini, juga ternyata bertepatan dengan datangnya banjir di daerah Pantai Timur, yang memutus jalur transportasi darat dari Medan ke Lhok Sheumawe. Sedih juga melihat teman-teman yang lalu jadi tak khusyu lagi mengikuti pelatihan prospek Aceh ke depan setelah Tsunami, MOU Helsinki dan Pilkada ini. Jadi, mendung makin bergayut saja di ruangan, setelah mendengar sebagian dari mereka tidak bisa segera pulang ke kota asalnya, padahal beberapa diantaranya, rumah, juga ternak, ada yang terendam air hingga setinggi tiga meteran.


***

Beruntung, pada hari Sabtu, langit cerah di Banda Aceh, jadi saya menyempatkan diri jalan-jalan dengan Toyota yang dikemudikan Alex, tenaga lokal yang membantu saya sehari-hari dalam diskusi kali ini.

Di tengah longgar nya jalan, tiba-tiba sebuah sepeda motor melintas. Pengemudinya, menggunakan kaus dengan tulisan besar di belakang: PERSIB..

Waduh, saya terhenyak kaget, justeru ketika saya tengah memikirkan Tabloid Bobotoh di Bandung yang akan memasuki dead line dan membayangkan teman-teman tengah pakepuk, lintasan sang pengemudi sepeda motor membuat saya meminta Alex bergegas membuntutinya.

Tak lama pengejaran itu berlangsung, di sebuah lampu merah di daerah Sinbun Sibreh, kendaraan kami berhasil merapatkan posisi di pinggirnya, lalu saya buka kaca pintu mobil, dan berteriak: “Hidup Persib..! “

Pengemudi sepeda motor, yang kemudian saya ketahui seorang Sersan tentara asal Kuningan itu tersenyum, menganggukkan kepala, dan berteriak menjawab: “Iya Kang… Persatuan Intel dan Bintal..!!”

Hahaha.. saking cintanya dia terhadap PERSIB, maka ketika kesatuannya membuat team sepak bola, maka dia cari-cari kepanjangan yang pokoknya kalau disingkat harus PERSIB. Beruntung, Komandannya sangat setuju. Jelas saja sang Komandan setuju, karena ternyata Kolonel Yudi –komandan sang prajurit, juga kebetulan berasal dari Geger Kalong. Lebih kebetulan lagi, dia ternyata teman saya kuliah dulu. Jadilah Banda Aceh tidak temaram lagi.. Kami minum kopi bertiga sambil uplek ngobrol dalam bahasa Sunda. Alex cukup baik hati membiarkan saya sejenak tenggelam dalam sono yang demikian luar biasa kepada Pangeran Biru. Hidup Persib!!

Tidak ada komentar: